PEMBUATAN SABUN TRANSPARAN
Siti Atisya Yurindari*, Antonius Rendy, Harimas Dwi Putra, Jeffry Todo Jeremia, Penny Aulia, Rizky Nur Azizah, Maulini
Jurusan Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura Pontianak
Jl. Prof.DR. Hadari Nawawi Telp./Fax.(0561)740186 Pontianak 78124
sitiatisya@gmail.com
ABSTRAK
Sabun adalah suatu bentuk senyawa yang dihasilkan dari reaksi safonifikasi. Reaksi safonifikasi adalah reaksi hidrolisis asam lemak karena adanya basa misalnya NaOH. Di dalam sabun terdapat struktur bipolar, bagian kepala bersifat hidrofilik dan bagian ekor bersifat hidrofobik. Tujuan praktikum ini adalah membuat dan memahami reaksi penyabunan pada proses pembuatan sabun di laboratorium dan menjelaskan beberapa sifat sabun berdasarkan percobaan yang dilakukan. Alat yang kami gunakan dalam praktikum kali ini adalah batang pengaduk, beaker gelas, botol akuades, cetakan sabun, gelas arloji, labu ukur, magnetic stirer, pipet tetes, pipet volume, termometer, timbangan dan water bath, Kemudian bahan-bahan yang digunakan yakni akuades, asam stearat, etanol, gliserin, minyak, natrium hidroksida, pewangi, pewarna dan sukrosa. Pembuatan sabun dilakukan dengan cara mencampurkan 50 ml minyak goreng dengan asam stearat 8,75 gram, kemudian ditambahkan larutan NaOH yang dibuat dari 8 gram NaOH dan 25 ml air suling. Kemudian masukan 25gram sukrosa. Campuran ini lalu dipanaskan di rentang suhu lebih dari 200oC sambil diaduk dengan magnetic stirer kemudian ditambahkan 30 ml etanol dan 6ml gliserin. Tambahkan juga pewarna dan pewangi. Kemudian sabun dicetak dan dikeringkan. Sebelum semua dikeringkan, ambil beberapa mili cairan sabun untuk dijadikan sampel. Pada akhirnya sabun terbentuk setelah dicetak dan dikeringkan serta Ph yang diukur adalah 10.
Kata Kunci : Sabun Transparan, Reaksi Saponifikasi, Surfaktan, Hidrofilik
I. PENDAHULUAN
Sabun adalah salah satu senyawa kimia paling tua yang pernah ditemukan. Pada tahun 2500 sebelum masehi, masyarakat Sumeria telah menemukan sabun kalium yang digunakan untuk mencuci wol. Sabun ini dibuat dari minyak dan abu tumbuhan yang kaya akan kalium karbonat.(Unilever, 2009).
Sabun merupakan suatu kebutuhan pokok manusia yang selalu digunakan sehari-hari. Fungsi utama dari sabun adalah membersihkan. Dilingkungan sekitar, banyak macam wujud sabun yang dapat ditemui, baik yang dalam bentuk cair, lunak, krim, maupun yang padat. Kegunaannya pun beragam, ada yang sebagai sabun mandi, sabun cuci sabun tangan, sabun cuci peralatan rumah tangga dan lain sebagainya (Herbamart,2011).
Sabun dibuat dari proses saponifikasi lemak hewan (tallow) dan dari minyak. Gugus induk lemak disebut fatty acids yang terdiri dari rantai hidrokarbon panjang (C12 sampai C18) yang berikatan membentuk gugus karboksil. Asam lemak rantai pendek jarang digunakan karena menghasilkan sedikit busa. Reaksi saponifikasi tidak lain adalah hidrolisis basa suatu ester dengan alkali (NaOH/KOH). Range atom C diatas mempengaruhi sifat-sifat sabun seperti kelarutan, proses emulsi dan pembasahan. Sabun murni terdiri dari 95% sabun aktif dan sisanya adalah air, gliserin, garam dan kemurnian lainnya. Semua minyak atau lemak pada dasarnya dapat digunakan untuk membuat sabun. Lemak merupakan campuran ester yang dibuat dari alkohol dan asam karboksilat seperti asam stearat, asam oleat dan asam palmitat. Lemak padat mengandung ester dari gliserol dan asam palmitat, sedangkan minyak, seperti minyak zaitun mengandung ester dari gliserol asam oleat(Fessenden, 1982).
II. METODOLOGI
2.1 Alat dan Bahan
Alat yang kami gunakan dalam praktikum kali ini adalah batang pengaduk, beaker gelas, botol akuades, cetakan sabun, gelas arloji, labu ukur, magnetic stirer, pipet tetes, pipet volume, termometer, timbangan, dan water bath. Kemudian bahan-bahan yang digunakan yakni akuades, asam stearat, etanol, gliserin, minyak, natrium hidroksida, pewangi, pewarna dan sukrosa.
2.2 Prosedur Kerja
Preparasi Bahan
Pertama-tama, timbang asam stearat sebanyak 8,75 gram. Kemudian timbang NaOH sebanyak 8gram dan dilarutkan ke dalam akuades berisi 25 ml. Siapkan 50 ml minyak, 30 ml etanol 96% dan 6 ml gliserin. Timbang 25 gram sukrosa dan dilarutkan dalam 25 ml akuades
Pembuatan Sabun Transparan
Lelehkan asam stearat pada suhu 60C di dalam beakerglass 400ml di atas hotplate(suhu dijaga konstan). Masukkan magnetic stirer (atau putaran sedang lebih dahulu) dan minyak ke dalam lelehan asam stearat. Masukkan larutan NaOH sedikit demi sedikit (wadah dijaga, jika campuran meluap, keluarkan wadah dari hotplate) gliserin, dan larutan sukrosa sambil terus diaduk sampai campuran menjadi homogen. Matikan pengontrol suhu lalu tambahkan pewarna dan pewangi di lakukan pada suhu 40C. Tuangkan campuran ke dalam cetakkan (ambil bagian yang transparan saja) dan diamkan selama 24 jam hingga sabun mengeras. Sebelumnya, ambil beberapa sampel sabun untuk di ukur Ph-nya. Kemudian keluarkan sabun yang sudah mengeras dari cetakan.
2.3 Rangkaian Alat
(Pemanasan Asam Stearat) (NaOH, Gliserin dan Sukrosa)
(Minyak 50ml)
(Pencampuran Naoh)
(Pencampuran Etanol)
(Pencampuran Pewarna)
(Pencampuran Pewangi)
(Pencetakan Larutan) (Pengeringan Bahan) (Sampling Larutan dan Pengukuran PH)
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Data Pengamatan
No.PerlakuanPengamatan1Timbang Asam stearat,NaOH,minyak,etanol,gliserin dan sukrosaAsam Stearat= 8,75 gr, NaOH= 8gr, Minyak goreng=50ml, etanol=30ml, gliserin= 6ml, sukrosa= 25ml2Larutkan NaOH dengan akuades NaOH= 8gr + Akuades= 25ml3Larutkan sukrosa dengan akuadesSukrosa= 25gr+ akuades=25ml4Lelehkan asam stearat, lalu masukkan magnetik stirer, atur suhunyaSuhu > 200˚C
Kecepatan stirer= 350rpm5Masukkan minyak dan larutan NaOH sedikit demi sedikit6Masukkan gliserin dan larutan sukrosa7Larutan di adukTerbentuk busa8Tuangkan campuran ke dalam cetakkan3 cetakkan, bersihkan sisa asam stearat pada permukaan cetakan (busa)9Keluarkan sabun dari cetakkan ketika dingin atau mengeras10Mengukur Ph sabunPh sabun 10
3.2 Pembahasan
Sabun Transparan atau disebut juga dengan sabun gliserin adalah jenis sabun mandi yang dapat menghasilkan busa lebih lembut di kulit dan penampakannya berkilau jika dibandingkan dengan jenis sabun yang lain seperti sabun mandi biasa (opaque) dan sabun translucent. Sabun transparan merupakan salah satu produk industri kimia yang sangat dibutuhkan masyarakat konsumen Indonesia, namun untuk memenuhi kebutuhan itu masih dilakukan dengan mengimpor sabun transparan, diantaranya dari Hongkong, Japan, Taiwan, Singapore dan Malaysia.(BP3K, 2010)
Reaksi saponifikasi tidak lain adalah hidrolisis basa suatu ester dengan alkali (NaOH/KOH). Range atom C diatas mempengaruhi sifat-sifat sabun seperti kelarutan, proses emulsi dan pembasahan. Sabun murni terdiri dari 95% sabun aktif dan sisanya adalah air, gliserin, garam dan kemurnian lainnya. Semua minyak atau lemak pada dasarnya dapat digunakan untuk membuat sabun. Lemak merupakan campuran ester yang dibuat dari alkohol dan asam karboksilat seperti asam stearat, asam oleat dan asam palmitat. Lemak padat mengandung ester dari gliserol dan asam palmitat, sedangkan minyak, seperti minyak zaitun mengandung ester dari gliserol asam oleat(Fessenden, 1982).
Saponifikasi merupakan salah satu metode pemurnian secara fisik. Saponifikasi dilakukan dengan menambahkan basa pada minyak yang akan dimurnikan. Sabun yang terbentuk dari proses ini dapat dipisahkan dengan 30 sentrifugasi. Penambahan basa pada proses saponifikasi akan bereaksi dengan asam lemak bebas membentuk sabun yang mengendap dengan membawa serta lendir, kotoran dan sebagian zat warna. Saponifikasi adalah suatu proses untuk memisahkan asam lemak bebas dari minyak atau lemak dengan cara mereaksikan asam lemak bebas dengan basa atau pereaksi lainnya sehingga memmbentuk sabun (soap stock). (Zulkifli,dkk. 2014)
Surfaktan adalah salah satu oleokimia turunan yang merupakan senyawa aktif penurun tegangan permukaan (surface active agent). Pada umumnya surfaktan digunakan sebagai bahan penggumpal, pembasah, pembusaan, emulsifier dan sebagai komponen bahan adhesif yang telah diaplikasikan secara luas pada berbagai industri seperti industri kosmetik, industri pertanian dan industri pangan.( Aisyah,Siti dkk, 2015)
Melalui percobaan ini, kita dapat mengetahui dan mempelajari bagaimana reaksi saponifikasi/penyabunan pada proses pembuatan sabun serta membuat sabun dalam skala laboratorium. Selain itu, kita juga dapat mengetahui beberapa sifat sabun yang telah dihasilkan dari percobaan (Irdoni dan Nirwana, 2013).
Berdasarkan reaksi yang terjadi, ada 4 metode proses pembuatan sabun yaitu sebagai berikut (Y.H.Hui, 1996):
1.Proses pendidihan penuh
Proses pendidihan penuh pada dasarnya sama dengan proses batch yaitu minyak/lemak dipanaskan didalam ketel dengan menambahkan NaOH yang telah dipanaskan, selanjutnya campuran tersebut dipanaskan sampai terbentuk pasta kira-kira setelah 4 jam pemanasan. Setelah terbentuk pasta ditambahkan NaCl (10-12%) untuk mengendapan sabun. Endapan sabun dipisahkan dengan menggunakan air panas dan terbentuklah produk utama sabun dan produk samping gliserin.
2.Proses semi pendidihan
Pada proses semi pendidihan, semua bahan yaitu minyak/lemak dan alkali langsung dicampur kemudian dipanaskan secara bersamaaan. Terjadilah reaksi saponifikasi. Setelah reaksi sempurna ditambah sodium silikat dan sabun yang dihasilkan berwarna gelap.
3.Proses dingin
Pada proses dingin semua bahan yaitu minyak, alkali, dan alkohol dibiarkan didalam suatu tempat/bejana tanpa dipanaskan (temperatur kamar,25oC). Raksi antara NaOH dan uap air (H2O) merupakan reaksi eksoterm sehingga dapat menghasilkan panas. Panas tersebut kemudian digunakan untuk mereaksikan minyak/lemak dan NaOH/alkohol. Proses ini memerlukan waktu untuk reaksi sempurna selama 24 jam dan dihasilkan sabun berkualitas tinggi.
Adapun syarat-syarat terjadinya proses dingin adalah sebagai berikut :
·Minyak/lemak yang digunakan harus murni
·Konsentrasi NaOH harus terukur dengan teliti
·Temperatur harus terkontrol dengan baik
4.Proses netral
Prinsip dasar dari proses netral adalah minyak/lemak ditambah NaOH sehingga terjadi reaksi saponifikasi dan dihasilkan sabun dan gliserin. Sabun yang dihasilkan tidak bersifat netral sehingga tidak dapat menghasilkan busa yang banyak.Oleh karena itu, perlu dilakukan penetralan dengan menambahkan Na2CO3.
Sabun tebuat dari sodium hidroksida dimana soda kaustik , sampai selesainya reaksi dengan minyak kemudian menjadi sabun dikenal dengan nama reaksi saponifikasi. Sodium harus terurai sempurna dalam proses saponifikasi minyak , oleh karena itu tidak akan ada bahan kaustik yg tertinggal dalam sabun.
Alkohol adalah bahan yang digunakan untuk melarutkan sabun agar menjadi bening atau transparan, kemurnian alcohol 95% yang mempunyai titik nyala yang rendah untuk terjadi transparansi sabun harus benar larut. Alkohol level tinggi dan kandungan air yang rendah menjadi produk sabun yang lebih jernih. Gliserin ( penjaga kelembaban kulit). Apabila didehidrasi dan dideodorisasi, gliserin menjadi cair dan tak berwarna serta tidak berbau.
Gula bersifat humectant di kenal membantu pembusaan sabun, semakin putih warna gula maka akan semakin jernih warna sabun transparan yang di hasilkan , namun apabila terlalu banyak gula sabun akan menjadi lengket , pada permukaan sabun akan keluar gelembung kecil – kecil. Gula yang baik untuk sabun trasnparan adalah gula yang apabila di larutkan akan berwarna jernih seperti glyserin karena warna gula mempengaruhi warna sabun transparan akhir. Penggunaan gula sebagai penjernih sabun harus memperhatikan reaksi yang terjadi beberapa reaksi yang dapat terjadi , yaitu:
1.Karamelisasi , pemanasan gula sampai suhu tinggi.
2.Reaksi maillard , reaksi gula , asam amino, dan panas.
3.Reaksi dengan vitamin C
Stearic acid membantu untuk mengeraskan sabun, khususnya minyak dari tumbuhan yang di gunakan penggunaannya dengan mencairkan dahulu dengan minyak kemudian di campur dengan sodium hidroksida untuk saponifikasi. Jika terlalu banyak stearic acid akan kurang berbusa, jika terlalu sedikit akan tidak mengeras.
Pewarna perlu di pertimbangkan untuk penggunaan pigmen mineral (ocher atau oksida) pewarna kain atau sintetik , hal itu dapat tidak sejalan dengan pewarnaan kulit, karena :
1.Pigmen dan ocher adalah oksida logam dan mineral yang di tambahkan ke sabun, lotion, cream agar warnanya seragam. Hal itu kan beracun masuk ke dalam kulit.
2.Dyes lilin atau pewarna malam di gunakan juga untuk mewarnai sabun khususnya glyserin, penggunaan warna itu akan merugikan kulit.
3.Pewarna kain sudah jelas bersifat karsinogenik bagi kulit.
Pewangi fragran merupakan pewangi sintetik di desain secara kimia dengan kata lain di rancang di laboratorium kimia tidak asli dari alam, namun beberapa dari kita alergi terhadap fragran sintetik oleh karena itu masyarakat kebanyakan memilih sabun tanpa pewangi tubuh. Sabun tanpa pewarna dan pewangi digunakan untuk merawat wajah. Standar Ph sabun untuk konsumen Indonesia adalah sekitar 8-10 karena sabun bersifat basa (Anonim,2013)
.VI. Kesimpulan
1.Bahan dasar pembuatan sabun secara sederhana adalah dengan memanaskan campuran antara lemak/minyak dengan alkali (basa).
2.Sabun memiliki dua ujung, yang mana salah satu ujungnya sangat suka larut dalam air, dan ujung satunya lagi sangat suka larut dalam minyak.
3.Sabun tidak bekerja pada air sadah, karena tidak terdapat busa dan membentuk endapan garamnya.
4.Sabun bersifat basa, hal ini dibuktikan melalui pengujian Ph sabun dengan indikator asam-basa.
V. Daftar Pustaka
Aisyah,Siti dkk. 2015. PRODUKSI SURFAKTAN ALKIL POLIGLIKOSIDA (APG) DAN APLIKASINYA PADA SABUN CUCI TANGAN CAIR. J. Tek. Ind. Pert. Vol. 20 (2), 159-165. Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor
Anonim, 2013. Standarisasi Ph Sabun (http://mentarialfato.blogspot.com/Sabun_Transparan, diakses 8 Juni 2016)
BP3K, 2010. Formulasi Sabun Transparan dari VCO. Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan. Kabupaten Kerinci. Prov Jambi
Fessenden & Fessenden. 1982. Kimia Organik Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Herbamart.2011. Sejarah Sabun Mandi http://herbamart.wordpress.com/2011/04/sejarah- sabun-mandi.html
Hui, Y. H, 1996,Bailey’s Industrial Oil and Fat Products, fifth edition, New York, Jhon Willey & Sons Inc http://www.alcasoft.com/soapfact/history.html
Irdoni, HS dan Nirwana, HZ, 2013, Modul Praktikum Kimia Organik, Laboratorium Teknologi Bahan Alam & Mineral Teknik Universitas Riau, Pekanbaru
Unilever, 2009. Sabun. (http://www.unilever.co.id/Sabun, diakses 8 Juni 2016)
Zulkifli, dkk. 2014. Sabun dari Distilat Asam Lemak Minyak Sawit. Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No 4 p.170-177, Oktober 2014. Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, FTP Universitas Brawijaya Malang
1. Apa yang dimaksud dengan reaksi saponifikasi dan sabun transparan?
2. Buatlah mekanisme reaksi saponifikasi beserta penjelasannya!
Jawab:
1. Reaksi saponifikasi tidak lain adalah hidrolisis basa suatu ester dengan alkali (NaOH/KOH). Range atom C diatas mempengaruhi sifat-sifat sabun seperti kelarutan, proses emulsi dan pembasahan. Saponifikasi merupakan salah satu metode pemurnian secara fisik. Saponifikasi dilakukan dengan menambahkan basa pada minyak yang akan dimurnikan. Sedangkan Sabun Transparan atau disebut juga dengan sabun gliserin adalah jenis sabun mandi yang dapat menghasilkan busa lebih lembut di kulit dan penampakannya berkilau jika dibandingkan dengan jenis sabun yang lain seperti sabun mandi biasa (opaque) dan sabun translucent.
2.
Pada proses pembuatan sabun, bahan dasar yang digunakan adalah minyak (trigliserida) yang bereaksi dengan NaOH. Melalui reaksi-reaksi tersebut akan terbentuk produk yakni gliserol dan sabun itu sendiri.
Siti Atisya Yurindari
Minggu, 12 Juni 2016
Selasa, 06 Agustus 2013
TASK#4 :LISTCOMP
QUESTION
1. WHAT DOES THE MONOLOG TELL US ABOUT?
2. WHAT ADVICE THAT YOU CAN GET FROM THE
MONOLOG
3. TELL ME YOUR OPINION ABOUT THE TIPS FROM
SPEAKER
ANSWER
1. HE TELL US THE TIPS ABOUT HOW TO EXPRESS
OUR FEELING TO OTHER PEOPLE
2. THE ADVICE THAT WE CAN GET FROM MONOLOG
ARE DONT CRITICIZE,ADVICE, COUNTROL OR
LECTURE OTHERS. AND WE HAVE TO CHANGE IT
WITH RIGHT WAY
3. I THINK THE TIPS CAN HELP US TO COUNTROL
OURSELF, THE SPEAKER CAN PREPARE THE BEST
TIPS FOR THE AUDIENCE. IT IS A NICE TIPS
MY PARTNER : STEPHANY
Rabu, 31 Juli 2013
HOMEWORK #3
1. MY EXPERIENCE TODAY IN ENGLISH CLASS
I got a lot knowladge and information. How to play the best drama and try to tell the opinion. We had to brave and confident. Don't afraid to be wrong! When i played the drama i got nervous, because it was my first time to played drama in grade XI, but i can did my task and i hope get the high score..
2. WHAT DO YOU THINK ABOUT WHOLE ACTIVITY?
I thought that the whole avtivity was great. every group except fitri's and satrio's group had been do the best performence in front of the class althought there was some students got nervous like me. The reason why did fitri's and satrio's group doesnt show their drama because of one of their member was sick and will show it tomorrow.
TENSES
1. Simple Present Tense
Although present mean now (sekarang) but matter of in don't be interpreted that the action done at the moment. this tenses is used to express something that have the character of remain to, real truth or habit. Because often concerning occurence of past time, now and will come.
Formulas of Present Tense:
(positive) : S + V1 / S + V1 + O
(Negative) : S + do (es) not + V1
(Interrogative) : Do (es) + S + V1 ?
Formulas of Present Tense:
(positive) : S + V1 / S + V1 + O
(Negative) : S + do (es) not + V1
(Interrogative) : Do (es) + S + V1 ?
If in the sentence have not another verb, so we use verb to be.
Affirmative (+) : S + Be (am, is, are)
Affirmative (-) : S + Be (am, is, are) + not
Affirmative (?) : Be (am, is, are) + S
Examples:
She plays the dollAffirmative (-) : S + Be (am, is, are) + not
Affirmative (?) : Be (am, is, are) + S
Examples:
2. Simple Past Tense
is used to express an old world action that happened. Way past tense form depend on type of second Verb. first way added d or of ed at second verb (regular verb).
Formula of Simple Past Tense:
(Positive) : S + V2 (preterite)
(Negative) : S + did not (didn’t) + V1
(Interrogative) : Did + S + V1 ?
Examples:
She played the doll
is used to express an old world action that happened. Way past tense form depend on type of second Verb. first way added d or of ed at second verb (regular verb).
Formula of Simple Past Tense:
(Positive) : S + V2 (preterite)
(Negative) : S + did not (didn’t) + V1
(Interrogative) : Did + S + V1 ?
Examples:
She played the doll
3. Past Continuous Tense
This Tenses is used to express an action which is happened in past time. and at the same time happened other action. This Tense emphasize is the happening of the action not its have.
This Tenses is used to express an action which is happened in past time. and at the same time happened other action. This Tense emphasize is the happening of the action not its have.
Formulas of Past Continuos Tense:
(Positive) : S + was/were + V ing (present participle)
(Negative) : S + was/were + not + V ing
(Interrogative) : was/were + S + V ing?
Examples:
She was playing the doll
4. Present Continuous Tense
This Tense is used to express something really action is doing in this time. sentences in this tense a more regular weared than present tense.
This Tense is used to express something really action is doing in this time. sentences in this tense a more regular weared than present tense.
Formulas of Present Continuous Tense:
(positive) : S + Be (am, is are) + V ing (present participle)
(Negative) : S + Be (am, is are) + not + V ing
(Interrogative) : Be (am, is, are) + S + V ing ?
Examples:
She is playing the doll
So, from 4 tenses who were to be (am,is,are) is PRESENT CONTINUOUS TENSE
(positive) : S + Be (am, is are) + V ing (present participle)
(Negative) : S + Be (am, is are) + not + V ing
(Interrogative) : Be (am, is, are) + S + V ing ?
Examples:
She is playing the doll
So, from 4 tenses who were to be (am,is,are) is PRESENT CONTINUOUS TENSE
Senin, 29 Juli 2013
Expressing Dialog
Bella : Excuse me Dea,may I borrow your oxford?
Dea : Please dont disturb me!
Salsa : What happened dea?
Atisya : I guess, it's because of Ronaldo? Is it right?
Bella : What hapened with him?
Dea : I heard that he was injured, I'm so sad :(
Salsa : Are you serious?
Atisya : He was injured because of car accident yesterday
Bella : Ooohhh... dont be sad,Dea. Take good care of your self
Salsa : Yeah, Bella is right. We hope he get well soon
Atisya : Guys, I think we should go home now, Bye Dea!
Dea : Thanks for coming guys! Bye.........
Anggota :
mbakbr.blogspot.com (Salsabilla)
deainviaa.wordpress.com (Dea Invia Ningrum)bellaridhaapriliyana.blogspot.com (Bella Ridha Apriliyana)
Selasa, 23 Juli 2013
ENGLISH ASSIGNMENT
What do you get in English day 1?
In first day, I got a lot information and knowledge about english from Ma'am Mimi. She asked us to introduce our self in front of the class, i but I have not been able to turn forward. When we (me and ma'am mimi) heard my friend introduce their self, Ma'am Mimi wrote something in the whiteboard.
After she finished her activity, she explained something, like prepositon,determiner and what is the different between i live on, at, and in. hahaha and i had know that i live on, at or in were different
In the end of our lesson, Ma'am Mimi asked to us to made a blog about our daily activity in English Class. Sounds strange but interesting!
Langganan:
Postingan (Atom)